diposkan pada : 04-11-2020 14:26:40

Dilihat : 33 kali

Perubahan Tahun Baru Hijriah dari 1441 ke 1442 terjadi dalam suasana memprihatinkan, karena hingga saat ini negara kita dan hampir seluruh negara lain di dunia masih berada dalam situasi pandemi Covid-19 yang telah melumpuhkan banyak garis kehidupan. Tidak hanya masalah kesehatan saja, namun juga dampak ekonomi, sosial dan politik juga berdampak pada dampak pandemi Covid-19.

Berdasarkan data WHO, hingga saat ini (20/08) jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 144.945 orang dan angka kematian mencapai 6.346 orang. Angka yang bisa dikatakan tidak sedikit.

Kerugian negara akibat pandemi Covid-19 juga tidak sedikit. Pemerintah menggelontorkan triliunan rupiah untuk menggeledah pandemi Covid-19 ini.

Belum lagi pertumbuhan ekonomi yang negatif dan jumlah penduduk miskin akibat dampak pandemi Covid-19. Banyak pekerja yang di-PHK atau di-PHK. Tidak sedikit dari mereka yang menjadi pengusaha gulung tikar.

Situasi dan kondisi di negara yang demikian cukup memprihatinkan. Jika terus berlangsung lama, ancaman resesi sudah di depan mata.

Namun, situasi dan kondisi negara seperti itu tidak boleh menyurutkan dan mematahkan harapan. Semua pihak, seluruh elemen bangsa harus tetap memiliki semangat yang membara.

Tak terkecuali bagi umat Islam. Apalagi umat Islam adalah orang terdekat. Apapun sikap masyarakat Muslim akan berdampak besar bagi negeri ini.

Jika umat Islam memiliki sikap optimis, maka dampaknya akan baik bagi negeri ini. Namun, jika umat Islam bersikap sedikit, maka dampaknya akan berdampak buruk bagi negeri ini.

Dalam konteks ini, umat Islam harus memainkan perannya. Banyak hal yang bisa dilakukan umat Islam dalam momentum Tahun Baru Hijriah ini.

Tahun Baru Hijriah 2020 kini bisa dijadikan titik awal bagi umat Islam untuk membawa harapan dan semangat baru. Ini penting, karena harapan dan semangat lama mungkin telah berkurang akibat erosi pandemi Covid-19.

Harapan baru ini bisa berupa keinginan agar wabah Covid-19 segera hilang, keinginan agar segala sesuatunya cepat kembali normal, atau keinginan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Sedangkan spirit baru adalah kekuatan untuk mencapai semua harapan tersebut.